, ,

Divaldo Alves Resmi Berpisah dengan PSBS Biak Usai Gaji Nunggak 2,5 Bulan

oleh -161 Dilihat

Lhoseumawe – Divaldo Alves Resmi pelatih asal Brasil yang sebelumnya memimpin tim sepak bola PSBS Biak (Persatuan Sepak Bola Biak Sejahtera). Pada 10 Desember 2025, Divaldo Alves secara resmi mengumumkan perpisahannya dengan PSBS Biak. Alasan utama yang diungkapkan oleh Divaldo adalah terkait dengan nunggaknya pembayaran gaji yang sudah berlangsung cukup lama. Perpisahan ini tentunya menjadi pukulan bagi tim yang sedang berusaha kembali menemukan performa terbaiknya di kompetisi Liga 2 Indonesia.

Divaldo Alves, yang bergabung dengan PSBS Biak pada awal musim 2024, membawa harapan baru bagi klub tersebut. Di bawah asuhannya, PSBS Biak menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, meskipun menghadapi banyak tantangan. Namun, masalah finansial yang berkepanjangan, termasuk ketidakpastian gaji para pemain dan staf, akhirnya memaksa Divaldo untuk mengambil langkah tegas.

“Saya sangat menghargai kesempatan yang diberikan oleh PSBS Biak untuk melatih tim ini. Namun, setelah berbulan-bulan menunggu gaji saya yang belum dibayar, saya merasa keputusan ini adalah yang terbaik. Sebagai seorang profesional, saya tidak bisa terus bekerja tanpa mendapatkan hak saya,” ujar Divaldo dalam konferensi pers yang diadakan usai pengumuman perpisahan.

Masalah Nunggak Gaji: Sorotan Terhadap Manajemen PSBS Biak

Masalah gaji yang belum dibayar menjadi isu utama yang mendorong Divaldo Alves untuk mengakhiri kontraknya dengan PSBS Biak. Menurut informasi yang diperoleh dari sumber internal klub, gaji Divaldo dan beberapa anggota staf pelatih lainnya telah tertunda selama beberapa bulan, dengan jumlah yang cukup signifikan. Kondisi ini menciptakan ketegangan antara manajemen klub dan pelatih, serta mempengaruhi motivasi para pemain dan staf dalam menjalankan program latihan.

Divaldo Alves sendiri mengungkapkan bahwa ketidakpastian finansial ini telah mengganggu fokusnya dalam mengelola tim. “Saya datang ke Indonesia dengan niat untuk membantu klub ini berkembang, tetapi masalah pembayaran yang tidak kunjung diselesaikan membuat saya kesulitan untuk fokus sepenuhnya pada pekerjaan saya sebagai pelatih,” tambahnya.

Perpisahan ini semakin menambah deretan masalah yang dialami oleh PSBS Biak dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, klub ini sempat mengalami kesulitan dalam hal keuangan dan manajemen, yang berdampak pada performa tim di kompetisi Liga 2. Kini, dengan ditinggalkan oleh pelatih kepala yang baru setahun menjabat, PSBS Biak harus kembali mencari cara untuk memulihkan stabilitas tim dan finansial mereka.

Pernyataan Manajemen PSBS Biak

Sementara itu, manajemen PSBS Biak, melalui Ketua Umum Klub, Sudirman Marbun, mengungkapkan permohonan maaf atas perpisahan ini dan mengakui adanya kesulitan finansial yang sedang dihadapi oleh klub. “Kami sangat menghargai kontribusi Divaldo Alves terhadap tim selama masa kerjanya. Keputusan ini sangat sulit, tetapi kami mengerti bahwa situasi finansial kami saat ini tidak memungkinkan untuk memenuhi kewajiban terhadap pelatih,” ujar Sudirman dalam sebuah pernyataan.

Divaldo Alves Resmi
Divaldo Alves Resmi

Baca Juga :  Al Farlaky Jemput Bantuan Korban Banjir ke Tengah Laut, Diangkut KRI Gilimanuk

Sudirman juga menambahkan bahwa PSBS Biak sedang berupaya mencari solusi atas masalah keuangan yang menghambat jalannya operasional klub. “Kami sedang berkomunikasi dengan sponsor dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memperbaiki kondisi finansial klub agar ke depan kami bisa memberikan fasilitas dan kompensasi yang layak bagi pelatih dan pemain,” lanjutnya.

Divaldo Alves: Karier di PSBS Biak dan Harapan ke Depan

Namun, meskipun mengalami beberapa kendala selama melatih PSBS Biak, Divaldo tetap memiliki harapan untuk terus berkarier di Indonesia. “Saya sangat mencintai sepak bola Indonesia dan berharap bisa terus memberikan kontribusi bagi perkembangan olahraga ini. Saya akan selalu mengenang waktu saya di Biak dan berharap klub ini bisa segera pulih dari segala masalah yang ada,” ujar Divaldo menutup konferensi pers.

Liga 2 Indonesia, sebagai kompetisi yang banyak dihuni oleh klub-klub dengan keterbatasan anggaran, sering kali menghadapi masalah serupa. Banyak klub yang kesulitan dalam hal finansial, dan masalah pembayaran gaji seperti yang dialami oleh Divaldo Alves sering kali terjadi. Hal ini tentunya memengaruhi kualitas liga secara keseluruhan, baik dari segi prestasi tim maupun kesejahteraan para pemain dan staf pelatih.

Kini, dengan berpisahnya Divaldo Alves, PSBS Biak harus memulai langkah baru untuk mencari pelat

ih yang dapat membawa klub ini keluar dari masa-masa sulit. Klub yang sebelumnya sudah menghadapi kesulitan keuangan, kini harus kembali berjuang untuk mendapatkan kepercayaan dari pemain, staf, dan penggemar.

Kesimpulan: Sebuah Pembelajaran bagi Manajemen Klub

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.