, ,

Dukun Cabul di lhokseumawe Pakai Modus Pengobatan dan Konsultasi Masa Depan

oleh -255 Dilihat

Lhoseumawe – Dukun Cabul Belakangan ini, kita terus diterpa berita yang memperlihatkan sisi gelap dari praktik pengobatan alternatif yang disalahgunakan: bukan untuk menyembuhkan, melainkan untuk mengeksploitasi korban. Salah satu modus yang terungkap misalnya dilakukan oleh seorang yang disebut “dukun cabul” di wilayah Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara.

Apa yang Terjadi?

Dukun Cabul
Dukun Cabul

Baca Juga : Baru Sebulan Bebas dari Penjara, Pria di Lubuklinggau Kembali Ditangkap

Kasus ini menunjukkan bahwa pelaku mengaku sebagai “orang pintar” atau pengobat tradisional yang bisa menyempurnakan obat untuk seseorang — namun dengan syarat-syarat yang sangat mencurigakan. Dalam kronologi:

  • Pelaku bernama Dimas Pujianto (98 tahun) meminta agar dihadirkan anak laki-laki yang “bisa azan dan salat” untuk ikut ritual demi keperluan pengobatannya.

  • Anak laki-laki kemudian diminta menginap dan ternyata mengalami perilaku yang sangat melanggar: korban sempat terbangun dalam kondisi lampu mati dan dalam posisi dipeluk serta dicabuli oleh pelaku.

  • Korban sempat diberikan uang “tutup mulut” oleh pelaku setelah aksi tersebut.

  • Pelaku berpindah-pindah lokasi dan mengelabui orang tua korban agar percaya bahwa ritual tersebut bagian dari pengobatan.

Modus yang Mirip dengan Kasus Lain

Tidak hanya di Labura, modus seperti “pengobatan alterna­tif → syarat ritual → pelecehan” muncul di banyak wilayah:

  • Di Aceh, seorang dukun disebut menggunakan dalih pengobatan dan sperma pasien sebagai “media”.

  • Di Banten, dukun yang mencabuli wanita dengan modus pengobatan dan memberikan janji uang gaib divonis 11 tahun penjara.

Kenapa Ini Bisa Terjadi?

Beberapa faktor yang mempermudah terjadinya kasus seperti ini:

  • Kepercayaan kuat terhadap dukun atau pengobat tradisional, terutama di daerah yang fasilitas kesehatan modernnya terbatas.

  • Ketidakpahaman orang tua/guru/masyarakat terhadap batasan ritual pengobatan yang sah dan yang berpotensi eksploitasi.

  • Taktik pelaku yang memadukan “pengobatan”, “ritual”, bahkan “konsultasi masa depan” atau janji-janji supranatural untuk meyakinkan korban/keluarga.

  • Korban sering berada dalam posisi rentan: anak-anak, orang dengan kepercayaan kuat, atau yang sedang mencari solusi atas masalah kesehatan atau hidup.

Dampak yang Terjadi

  • Korban mengalami trauma psikologis dan fisik yang mendalam.

  • Hubungan keluarga dan kepercayaan sosial bisa rusak.

  • Pelaku menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap praktik pengobatan tradisional yang sesungguhnya bisa bermanfaat jika dilakukan dengan benar.

  • Bisa menimbulkan stigma negatif terhadap budaya pengobatan alternatif yang valid dan aman.

Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Mencegah

  • Edukasi masyarakat bahwa praktik pengobatan alternatif harus dilakukan oleh orang yang terpercaya, dengan izin resmi jika memungkinkan, dan tidak menyaratkan tindakan yang mencurigakan.

  • Orang tua harus waspada terhadap permintaan anak untuk ikut ritual atau konsultasi yang didampingi orang asing tanpa pengawasan.

  • Pemerintah dan masyarakat sipil perlu meningkatkan pengawasan dan regulasi terhadap praktik pengobatan tradisional agar tidak disalahgunakan.

  • Korban atau saksi memperhatikan tanda-tanda: misalnya tindakan yang melanggar batasan fisik, permintaan uang/tutup mulut, atau tekanan emosional untuk melakukan sesuatu yang tidak pantas.

  • Jika merasa ada kejahatan atau pelanggaran, segera lapor ke kepolisian atau lembaga perlindungan anak.

Penutup

Kasus di Labura ini adalah pengingat bahwa niat baik pengobatan bisa dirusak oleh niat jahat eksploitasi. Praktik pengobatan tradisional memang punya tempat dalam budaya dan kesehatan, tetapi ketika dilatarbelakangi syarat yang mencurigakan—anak-anak yang ‘harus bisa azan dan salat’, ritual malam hari di rumah tanpa pengawasan, hingga pelecehan seksual—maka itu bukan lagi pengobatan, melainkan kejahatan.

Masyarakat perlu lebih kritis, tidak langsung percaya pada “orang pintar” yang menjanjikan solusi instan dengan syarat-syarat mistik. Sementara itu, pihak berwenang harus bertindak tegas terhadap pelaku seperti ini agar tidak ada lagi korban yang dirugikan.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.